Saturday, 1 October 2011

Melankolis

Ada rasa yang tak biasa, 
memasuki satu-satu relung hati.

Mengucapkan salam perjumpaan,
secepat pertemuan dengan kata perpisahan. 

Menangis perlahan, emosi merebak,
namun tak kisah untuk diungkapkan.

Mulut enggan berbicara, hati enggan bercerita,
bulir-bulir air menetes dari mata.

Rasa ini bukan rasa biasa. 
Rasa yang tak mudah diungkapkan.
Rasa dimana gelap melingkupi sang merah hati.

SENJA (Monita Tahalea)








Awan jingga
gelap ku rasa didada
Langit ku meresah..  sendu
Bayang dirimu menjauh
Biarkanlah cinta diam dalam nada hingga...

Hari ku berlalu bersama datangnya rindu,
membawa semua mimpi ku
Ku tau di hati selalu ada dirimu,
temani sepi ku
Bersama senja, menyimpan rasa ini sendiri...

Saturday, 25 June 2011

TUHAN memilih orang yang Mau, bukan orang yang Mampu...
Karena orang yang Mampu, belum tentu Mau!

Am I Born To Be A Great Leader?

Pemimpin itu bukanlah soal posisi, siapapun bisa menjadi pemimpin, bawahan pun bisa menjadi pemimpin. 

Nah, seperti apakah pemimpin itu? 

Pemimpin ialah seberapa besar seseorang bisa mempengaruhi orang lain, sehingga apabila seorang bisa mempengaruhi dirinya sendiri ia bisa dibilang sudah menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Mempengaruhi diri sendiri ialah ketika seseorang dapat bertanggung jawab akan dirinya. 

Ketika seseorang menjadi pemimpin dan para anggotanya sulit diatur maka belajarlah untuk BERNEGOSIASI! Negosiasi adalah salah satu cara seorang pemimpin yang bijak memimpin anggotanya. Ketika seseorang bernegosiasi maka ia akan menawarkan tawaran berupa "win-win solution" yang dimaksudkan ialah tawaran yang bersifat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Sebagai seorang pemimpin kita tanyakan pada anggota kita apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka bisa lakukan atau berkontribusi dalam hal mencapai tujuan, sehingga nantinya para anggota akan mengerjakan tugas yang bagi mereka menyenangkan dan bukanlah suatu beban sehingga tujuan dapat terlaksana dengan baik.

Karena pada dasarnya sebagai seorang pemimpin prinsip dasarnya ialah bukan MENYURUH  tetapi meminta TOLONG!

LANGKAHKU

by: Zahra Damariva

Ku buka lembar baruku
Ku mulai dengan langkah pertama
Menuju titik harapan dengan percaya diri


Jalan yang harus ku tempuh
Sangat panjang dan penuh rintangan
Namun ku tak berputus asa
Dan ku terus melangkah

Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi

Jalan yang harus ku tempuh
Sangat panjang dan penuh rintangan
Namun ku tak berputus asa
Dan ku terus melangkah

Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi
Huuu… mimpiku pasti terjadi

Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini

Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi
Huuu… mimpiku pasti terjadi

Impianku pasti mungkin terjadi



Monday, 2 May 2011

Renungan Penyemangat :)

Tidak ada kata "KEBETULAN" dalam kamus TUHAN.

Mengapa pelangi muncul disaat hujan?
Karena, di balik setiap awan kelabu sekalipun, selalu ada pendar keemasan dari sang mentari.

Dibalik setiap persoalan hidup kita, ada tangan Tuhan yang siap mengangkat beban kita.

Tuesday, 26 April 2011

Sebuah renungan tentang "Kakak dan Adik"


Pada suatu hari, ada sebuah keluarga yang memiliki anak lelaki kembar. Mereka sungguh serupa namun berbeda tabiat. Seiring berjalannya waktu, terlihatlah perbedaan tabiat mereka. Si kakak tumbuh menjadi seorang anak yang baik, patuh pada orang tua dan menyayangi keluarga. Sedangkan Si adik tumbuh menjadi seorang anak yang suka membangkang, nakal, licik, dan jarang pulang.

Beberapa tahun pun telah berlalu, mereka tumbuh menjadi orang yang terkenal di kalangannya. Si kakak tumbuh menjadi seorang pelajar yang terkenal akan keahliannya dalam bidang hukum, sehingga ia diangkat menjadi Hakim pada usia yang cukup muda. Sedangkan Si adik tumbuh menjadi seorang preman jalanan yang terkenal dan ditakuti banyak orang apalagi ia dan perkumpulannya sangat sulit untuk ditangkap. 

Sampai suatu hari, kejadian yang cukup naas menimpa sang adik. Ketika ia sedang asik melakukan kejahatan, ia berhasil ditangkap dan dibawa ke pengadilan untuk diadili. Ia dibawa menghadap Hakim muda yang tak lain adalah kakaknya. 

Ketika sang adik sampai di hadapan Hakim, banyak orang berkerumun dan berbisik-bisik apa yang hakim bijak ini akan lakukan untuk menghukum penjahat yang tak lain adalah saudara kembarnya sendiri? "Ah, lihat saja, apa ia berani menghukum adiknya sendiri?", kata seorang rakyat. "Sebaiknya ia harus melepaskan, itu kan adik kandung yang sedarah dengannya, begitu tegakah ia menghukum adiknya sendiri?", kata seorang rakyat pada temannya. "Hukum saja, kalo ia bijaksana, ia tau untuk bekerja profesional!", kata seorang rakyat.

Banyaknya uneg-uneg yang dikeluarkan masyarakat yang menyaksikan persidangan tersebut, membuat si kakak bingung untuk memutuskan. Setelah beberapa lama, akhirnya si kakak mengambil keputusan akhir. Walau berat, ia memutuskan untuk menjatuhkan Hukuman Mati kepada si adik. Ketika mendapat vonis tersebut, si adik kaget mendengarnya dan betapa sedihnya ia saat itu. 

Keesokan paginya yaitu hari pengadilannya. Orang sudah ramai berdatangan ke alun-alun kota untuk melihat sang adik diadili hukuman gantung. Sang adik telah ditutupi kain hitam diatas kepalanya dan siap digantung. Tak beberapa jauh dari alun-alun tersebut, sang hakim melihat dan menangis terisak-isak melihat peristiwa tersebut. 

Malam sebelum hari hukuman gantung dijalankan, sang kakak gelisah dan berpikir keras. Hatinya tidak tenang dan berjalan mondar-mandir terus-terusan. Sampai akhirnya ia mengambil keputusan untuk mengunjungi sang adik di penjara untuk terakhir kalinya. 

Sesampainya ia di penjara, ia meminta ijin kepada penjaga untuk bertemu dengan adiknya terakhir kalinya. Penjaga mengijinkan. Betapa kagetnya sang adik melihat kakanya datang untuk menemuinya. "Adik, lepaskan bajumu saat ini dan pakailah baju hakimku!", kata sang kakak. Adiknya yang tidak mengerti apa maksud kakanya segera melepaskan bajunya dan mengenakan baju hakimnya. "Bagus, sekarang kamu pergilah keluar, berbuat baiklah saat ini, jadilah seorang yang lebih baik lagi!", kata sang kakak. Lalu adik itu pun keluar dan menangis, mengertilah ia apa maksud kakaknya.


Cerita di atas ialah cerita refleksi tentang apa yang Tuhan Yesus lakukan untuk kita anak-Nya. Sama seperti si Kakak, Tuhan rela menggantikan posisi kita agar kita mau bertobat dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi sehingga kita pun bisa menjadi berkat bagi sesama. 

Semoga renungan singkat diatas bisa menjadi refleksi yang baik bagi hidup kita.. GBU.. :)

_dP-26.04.2011_